Undang Undang Ontohood
Oleh :
Darmen Adios
Tanggal 21 Mei 2006 hari Ahad kaum muslimin berdemo agar undang undang anti porno aksi disyahkan, demo ini disponsori MUI di iklankan di Republika, didukung banyak organisasi islam, artis dan partai. Niat dan tujuan mereka pastilah baik agar kemelorotan nilai wanita , kerusakan moral yang ditimbulkan wanita akibat tak adanya aturan dari pemerintah dalam soal yang diramaikan itu menjadi diperkecil, sehingga mudah mudahan semakin baiklah bangsa ini, begitulah pengharapan mereka.
Tapi jika kita mau berbicara tentang kebenaran, dan karena Allah SWT melarang hambaNYA menyembunyikan kebenaran (Q 2:42) sejujurnya saya harus mengatakan bahwa dibalik demo yang tampaknya positip tersebut terdapat perkara besar yang sebaiknya diketahui juga untuk para pendemo. Supaya dilain waktu, dilain kesempatan, jika hendak menyampaikan pengharapan kepada penguasa, keringat yang telah keluar, waktu dan energi yang terpakai, mendapat nilai disisi Allah, berupa pahala yang mudah mudahan jadi bekal bermanfaat di hari pembalasan kelak.
Keringat yang telah mengucur pada upaya mereka hari ahad lalu itu, tak memperoleh nilai apa apa disisi Allah. Selain capek dan menghabis habiskan waktu serta uang, bahkan telah mendukung pula hukum tandingan UU Porno aksi yang datang dari Rasulullah SAW. Mengapa???
Karena apa yang mereka perjuangkan ternyata bukan sesuatu undang undang yang kembali kepada Allah dan Rasul (Qur’an Sunnah), padahal Allah SWT meminta kepada hamba hambaNYA yang mayoritas muslim ini, jika muncul konflik, perbedaan pendapat, kembalilah kepada Allah dan Rasul, bukan kembali kepada yang selain yang telah ditentukan Allah dan Rasulullah. UU tersebut malah menempatkan para pembuat UUnya sejajar dengan Rasulullah SAW, hampir tidak beda dengan Mirza Ghulam Ahmad yang pintar mengelabui ummat dengan karya karyanya yang spektakuler sehingga menempatkan dirinya sendiri sebagai nabi.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِى اْلأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ ، ذَلِكَ خَيْرٌ وَاَحْسَنُ تَأْوِيلاً}
Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu(jika ulil amrinya patuh kepada Allah dan Sunnah Rasul). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)
Perhatikan warning Allah itu, jika kamu benar benar beriman kepada Allah, kembalilah kepada hukum hukum Allah, jika kamu tidak mau kembali kepada apa yang telah Allah dan Rasulullah tetapkan, berarti… kalian bukan orang orang ber-iman.
Tampaknya sebagian besar kaum muslimin ini sudah tidak menghiraukan lagi wahyu wahyu Allah dan sabda sabda Rasullulah. Mereka membaca Qur’an dengan lidah yang fasih, pintar bahasa Arab pula, pakaiannya muslim yang rapi, pakai sorban, pakaian orang soleh, tapi tak pernah memahami apa yang selama ini dibaca. Ini aneh dan itu yang terjadi, kaum muslimin tidak sebenar benarnya membaca qur’an itu dengan sebenar benar baca. (Q 2:121). Jika ulama ulama terkemuka saja yang selalu muncul di TV tak bisa sebagai pewaris Rasulullah, bagaimana nasib ummatnya?.
Tentu anda akan bertanya, bagian mana dari UU itu yang tidak kembali kepada Allah?, mungkin anda akan lebih gusar lagi, negeri ini kan bukan negeri Islam mengapa harus kembali kepada kehendak Allah dan Rasulullah?, tambah berang lagi anda mengatakan itu kan ijtihad, ijtihadkan dibolehkan dalam ugama, apalagi untuk membasmi porno aksi, mana jeleknya?. Yang lain lagi menimpali, sudah ada tanda tanda bahwa pakai jilbab kelak akan dilarang, maka kita harus mendahului, yang lain lagi mengatakan mengurangi kemaksiatan jauh lebih utama dari pada menawarkan kebaikan, walau belum Islami, yah lumayanlah dari pada tidak ada sama sekali, maka kita harus segera menggoalkan UU itu. Pendek kata akal akalan, bermain dalam dilemma UU pornoaksi ini. Bukan bagaimana kaidah kebenaran yang menjawabnya.
Memang repot kalau ulama ulama besar saja mensuport UU tersebut, bahkan menentukan hukum standard ulama pula. Biasanya ummat tidak melihat apa yang dikaji, tapi cukup melihat ulamanya. Sosok tubuh ulama bagi orang awam adalah kebenaran. Dan memang typical ummat umumnya bermental taklid buta, gampang diaduk aduk gampang digiring, maka kalau ulamanya kecemplung sumur tinja, ummatpun berbondong bondong kecemplung sumur tinja. Lagi lagi keprihatinan kita bersama, ummat selalu jadi korban perilaku ulamanya yang kerap keliru (untuk tidak dibilang tersesat). Maunya sich, kalau ulama sesat jangan bawa bawa ummat donk, belajarlah bertanggung jawab atas diri sendiri.
Tapi kita memang sebenarnya menghadapi realitas, dimana peran ulama sekarang ini lebih sebagai penghibur (selebritis) dan bukan sebagai yang meluruskan akidah ummat (pewaris nabi). Sekarang zaman sudah sampai pada tingkatan tokoh ulama terbesar berani menghina Allah dengan mengatakan Al Qur’an sebagai kitab paling porno didunia.
Reaksi ummat biasa biasa saja, apalagi pemerintah, ada ulama yang menghujat Allah pemerintah belagak budek, lantas jika ada kaum muslimin yang marah menyerbu rumah sang ulama yang menghina Allah, pemerintah siap menangkap penyerbu tersebut dengan tuduhan melakukan anarkis.
Perkataan ulama yang sangat keterlaluan dan tidak tanggung jawabnya penguasa terhadap amanah Allah sebagai gambaran rusaknya kehormatan bangsa tersebut. Bangsa yang patut, pantas untuk dilecehkan, dicemoohkan.
Ummat sekarang ini hanya diajak kepada yang bersifat menghibur, bukan mengkaji apa itu al wala wal baro, apa itu tuhan, apa itu bid’ah, bagaimana menentukan hukum dalam Islam, apa itu hukum Allah, apa itu kebenaran dstnya, Ayo zikir ramai ramai sambil menangis disorot TV jadi tontonan orang banyak, suatu ibadah yang tak pernah ada contohnya dari Rasulullah, lomba lomba berhadiah untuk menjadi ustad terbaik dengan SMS berhadiah yang merupakan SMS judi, berebut jadi penyanyi musabaqoh terbaik berhadiah piala nasional seperti Indonesian idol atau AFI, istighosah kubro dan banyak lagi, akibatnya kemusyrikan pada diri ummat tidak banyak mengalami perubahan kebaikan dari tahun ke tahun, bahkan bertambah parah. Lantaran pandangan mereka tentang musyrik sebatas seperti orang yang berhadapan dengan patung lantas disembah sembah. Suatu pemahaman yang amat dangkal tentang kemusyrikan.
Rasulullah SAW menyatakan, sampaikan yang benar itu walaupun pahit. Untuk ummat sakit memang penyembuhannya dengan yang pahit pahit, bukan dengan dakwah yang menghibur. Bencana demi bencana itu sebenarnya pil kina bagi ummat, apakah engkau ummat berfikir dan mau sadar jika AKU (Allah SWT) berikan tsunami? Apakah engkau bertaubat dan tidak mengulangi kemusyrikan jika AKU kasih azab? Tidak juga, kasih lagi tanah longsor satu kampung diuruk sampah dengan bau yang menyengat, belum juga taubat, kemusyrikan dan bid’ah masih merajalela, kasih lagi banjir bandang, tetap saja musyrik dan menolak hukum hukum Allah, kasih lagi gempa jogya, eh ah ternyata tetap saja bertambah tambah musyriknya mayoritas kaum muslimin ini.
Herannya ummat yang siapa tau lagi diazab seperti bencana alam kaum luth, Sodom, Gomorrah, Pompey sang ulama malah bilang mati syahid para korban tsunami, gempa dll itu, tanpa memberi rincian rincian lagi, bagaimana orang yang lagi berzina kena gempa terus mati, ulama bilang mati syahid?. Sama saja sang ulama mengatakan korban lumatnya negeri negeri seperti Pompey, Sodom, Gomorrah adalah manusia mulia yang mendapat mati syahid. Ulama telah kehilangan akalnya karena memang hanya ulama selebritis.
Pernyataan ulama yang sekedar menghibur ini sangat menyedihkan. Itu tandanya ulama tidak bisa mendekteksi sebab musababnya karena tak pernah tahu kesalahan penduduk negerinya sendiri. Allah SWT telah menjelaskan sebab musababnya.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٌ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. 7:96)
قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْيَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِوقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ، انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ اْلآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ
Katakanlah: “Dia yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu (hujan, badai, topan) atau dari bawah kakimu (gempa, tsunami, tanah longsor, banjir bandang)atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan-partai) dan merasakan kepada sebahagian) kamu kepada keganasan sebahagian yang lain (perang saudara). Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya). (QS. 6:65)
Marilah kita belajar berkata benar sesuai bagaimana bunyi firman Allah diatas, supaya ummat tidak bingung. Berfikirlah, berfikirlah, lantas mencoba meneliti mengapa bencana tak berkesudahan menimpa kaum muslimin terbesar dunia ini?, oh ternyata dari ummat sampai ulamanya ada what is something wrong. Ada sesuatu yang salah.
Buang something wrong itu, campakkan jauh jauh. Apa tidak percaya kepada Allah akan melimpahnya berkah dan riski dari langit dan bumi?, kaum muslimin saja yang sangat bodoh, mau diberi berkah menolak, kembalinya kepada hukum thogut, takutnya kepada manusia kafir negara adidaya, takutnya kepada jin genderuwo, zombie, Alien, tapi sama sekali tidak takut kepada azab Allah yang maha dahsyat.
Padahal ketakutan kepada negara adidaya, ketakutan kepada UUD, ketakutan kepada penguasa hanyalah ketakutan nisbi, ketakutan hayalan yang diplintir iblis, mereka yang ditakuti ini kalau jadi bangkai sungguh cuma sosok tubuh yang menjijikan dan tak berdaya. Dikencingi tikus pun si bangkai yang tadinya takabur dengan menolak hukum hukum Allah, dimana manusia lain juga pada takut pada sosok tubuh tersebut, akan diam saja. Kepada orang yang semacam inikah manusia harus takut dan memilih jalan kemusyrikan? dengan mencampakan wahyu wahyu Allah sebagai dasar Negara?
Ukuran penyampaian (dakwah) adalah kebenarannya dan bukan perasaannya si audiens. Benar atau tidak yang disampaikan. Kurang ideal apa lagi Rasulullah SAW, tetapi dicerca, dilempar kotoran bahkan mau dibunuh, dan itu merupakan bagian dari perjalanan sejarah bahwa menyampaikan yang haq resikonya memang tidak disukai bagi ummat yang sakit qolbu.
Mereka kaum musyrikin ini tahu pasti pencipta langit dan bumi Allah, bahkan mereka mau sholat, puasa, zakat, haji, tapi jika dikatakan jalan hidup itu Islam, jangan kau campurkan yang hak dengan yang batil dalam perjalanan kehidupan ber ugamamu, bernegaramu, mereka tolak dengan angkuhnya Islam sebagai jalan hidup, dan dimasukkannya way of life karangan manusia sebagai bekalnya untuk mengatur Negara dan rakyatnya (manusia).
Mereka padahal tahu bahwa sesuatu amalan yang bukan dari Allah dan rasulullah tertolak, percuma menghabiskan umur, tenaga, fikiran dan lain lainnya tapi ujung ujungnya ditolak Allah, dan sungguh itu pekerjaan orang orang bodoh.
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرِ اْلإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa mencari amalan selain dari amalan Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima amalan itu dari padanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ál ‘Imrán; 3:85)
Pandito Durno berkata, jangan diperdebatkan lagi konsep berfikir (ideology) yang dengan susah payah telah dibentuk pendiri bangsa Astinapura ini (nenek moyang), itu sudah baku, sudah mantep, sakti pula. Pernyataan itu menandakan mereka bertuhan lain selain Allah. Karena pendiri bangsa ini lebih tinggi nilainya dipandangan mereka dari pada Allah yang sangat berkuasa atas manusia ciptaanNya.
Marilah merenung, sungguh sangat cemerlang iblis yang telah berhasil menipu mayoritas ummat muslim di negeri Astinapura. Negeri para tokoh pewayangan Durno bermukim. Muslim mayoritas ini takut menerapkan apa yang menjadi kehendak Allah, tapi tidak takut dicampakkan kedalam neraka Allah, disitu tampak permainan iblis begitu indah, iblis dapat memindahkan rasa takut manusia kepada azab Allah, menjadi rasa takut jika tidak menjalankan kehendak kehendak thaghut. Terbukti lagi Iblis memang pakar dalam menipu serta membodohi manusia agar menjadi pengikutnya.
Zikir zikir zikir, apalah artinya ratusan ribu kali zikir selepas zikir musyrik lagi. Managementlah qolbu kamu. Bagaimana qolbu ummat akan baik kalau kemusyrikan dan bid’ah jalan terus berdampingan. Kalau mau me manage qolbu, basmi dulu kemusyrikan dan bid’ah supaya tidak terjadi malah sakit qolbu. Sebentar menyembah Allah, habis sholat keluar rumah langsung menyembah thogut, itulah namanya mutlak sakit qolbu. Biar ratusan ribu kali ikut pengajian pengajian jika akidah ummat tidak dibersihkan dari kemusyrikan, bid’ah, tidak akan menghasilkan karakter karrakter manusia surat 5:54, malah menghasilkan turunan anak didik samimawon dengan ulama selebritisnya.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهِ فَسَوْفَ يَأْتِى اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِى سَبِيلِ اللهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ، ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ، وَ اللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ}
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari ketentuan ketentuan yang telah Allah dan Rasulullah tetapkan (Dien), maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 5:54)
Struktur Kebenaran yang tak dapat ditawar :
Untuk menjawab semua permasalahan kemelut diatas kita harus mengetahui dulu kerangka berfikir kebenaran yang telah Rasulullah tetapkan beberapa abad yang silam. Kerangka kebenaran tersebut secara ilmu sampai kini tidak mengalami perubahan. Tapi anehnya para ulama pendemo itu lupa pada kajian ilmunya yang dahulu mereka pelajari di madrasah madrasah mereka, bahkan sampai perguruan tinggi Islam mereka belajar, ini memalukan.
Kerangka Berfikir Pertama :
Kerangka pertama yang merupakan pondasi (dasar) berfikir kebenaran adalah wasiat Rasulullah sebelum beliau wafat, bahwa berpegang teguhlah kepada Al Qur’an dan Sunnahku, jika engkau tidak berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnahku, niscaya engkau akan sesat selamanya.
Terbiasa saya mendengar ummat berkata bahwa negeri Astinapura bukan negeri Islam, kata kata itu sendiri lama kelamaan menjadi kitab suci bagi ummat Islam sebagai pembenaran tindakan mereka untuk tidak berhukum kepada hukum Allah. Terutama kalangan pemegang amanah Allah dan amanah kaum muslimin (penguasa) untuk tidak menerapkan hukum hukum Allah di negeri yang mayoritas hulubalangnya berugama Islam dan rakyatnyapun ber ugama Islam.
Mereka dengan sukacita menggunakan kitab ugama baru yaitu ugama toleransi. UU pornoaksi adalah proyeksi dari kitab suci toleransi yang merupakan kitab suci paling utama kaum muslimin sekarang ini, karena Qur’an Sunnah telah dilipat, dicampakkan dan hanya dipakai kalau mau nikah, sholat, puasa zakat haji. Untuk urusan itu penguasa Durno membolehkan menggunakan Qur’an dan Hadits. Diluar untuk ibadah rutin, Islam dicampakkan. Untuk melakukan sesuatu diluar ibadah rutin digunakanlah kitab suci toleransi. Engga enak donk ama die nyang bukan Muslim, tapi manusia ini tidak pernah ngomong tidak enak donk pada Allah yang memberi kita makan, nafas dan kehidupan.
Mereka selalu toleran kepada minoritas tapi toleransi ini artinya kemenangan kekuatan iblis dan hamba sahaya iblis yang bernama manusia, karena dengan demikian apa yang menjadi kehendak Allah ditutup menjadi apa yang dikhendaki orang orang yang sesat. padahal manusia yang ditakuti kaum muslimin itu adalah orang yang sangat takut menghadapi ketuaan, takut menghadapi sekaratul maut. Alangkah bodohnya takut pada orang yang penakutnya melebihi rasa takut kaum muslimin itu sendiri. Seperti menonton film karton, ketika dua musuh bertemu, dua dua terkejut, waaw !!! kedua duanya lari tunggang langgang bertolak belakang lantaran sama sama takut.
فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِى وَلأُتِمَّ نِعْمَتِى عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. (al-Baqarah; 2:150)
Apakah menurut anda Allah SWT mau mengerti terhadap alasan alasan negeri Astinapura bukan negeri Islam?, Rasulullah sendiri tidak pernah menyatakan negeri yang dipimpinnya itu berdasar Islam atau tidak, buat apa pernyataan negeri ini berdasar Islam, tapi tidak menerapkan Islam. Kalau anda katakan negara anda Soviet sekalipun, tidak masalah asal anda menerapkan apa yang menjadi ketentuan Allah dan rasulullah dinegeri anda berada.
Islam tidak memerlukan symbolis, atribut atribut. Apa apaan sih belagak pakaian haji, pakai sorban, pakai tasbeh, munafiqnya ampun ampunan. Masih mending anak muda pakai oblonk Michael Jackson, tapi tiada musyrik, tiada bid’ah, tiada kata munafik dalam qolbunya. Aplikasi Islam itulah yang dicatat sebagai amal yang akan diperhitungkan dihari pembalasan. Jika anda yang mayoritas Islam tidak mau menerapkan amanah Allah karena anda sebagai penguasa dinegeri yang mayoritas berugama Islam ini, maka anda akan diminta pertanggung jawabnya terhadap kekuasaan yang ada pada anda, tahu atau tidak tahu anda. Masa bodoh atau tidak anda terhadap Allah dan Rasulullah.
Kekuasaan adalah amanah Allah dan amanah kaum muslimin, amanah ini berlaku umum untuk semua manusia, jika kaum non muslim tidak mengakui bahwa amanah kekuasaan itu adalah amanah Allah, itu wajar karena itu mereka dikatakan orang kafir. Jika penguasa muslim tidak menjalankan amanah Allah dan amanah kaum muslimin ini, padahal mereka orang orang dalam korps kekuasaan, maka mereka mencampakkan amanah Allah itu. Korps kekuasaan ini dengan para pembuat undang undangnya sebenarnya sedang menjalankan amanah iblis dia sadari atau tidak.
Tidak ada istilah kalau tidak menjalankan amanah Allah tapi tidak juga menjalankan amanah iblis. Tidak ada itu, tidak ada dua hati didalam rongga dada manusia. Jika tidak menjalankan amanah Allah berarti sedang menjalankan amanah iblis, Seperti gelas, kalau tidak diisi air maka udara yang akan mengisinya. Jika menolak amanah Allah berarti dia telah menjadi hamba sahaya iblis secara Automatis, hatta ia telah ratusan kali ibadah haji dan infaqnya seluruh isi dunia ini.
Jadi apapun sikap kecuekkan kita terhadap Islam, apapun pembenaran diri kita dengan berbagai macam dalih, yang akan berlaku adalah ketetapan Allah jua. Jika kalian tidak kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah KU sebagaimana firman Allah dalam surat 4:59 maka kalian bukan orang orang yang ber-iman. Begitupun Rasulullah telah menyatakan, jika ummat tidak kembali kepada Qur’an dan Sunnahku, maka kita adalah manusia manusia sesat sesesat sesatnya.
Memangnya Allah dan Rasulullah mau menarik kata katanya lagi, oh ok deh walau anda mayoritas muslim dan Negara anda bukan berdasar Islam, anda tidak jadi sesat lantaran tidak berpegang kepada Qur’an dan Sunnahku, AKU pendinglah sesatnya hamba hambaKU, nanti kalau sudah Negara anda berdasar Islam baru gunakan Qur’an dan sunnahku ya sayang, dan pernyataan tentang sesat yang KU maksud baru berlaku. Kok malah kedengaran ganjil jika ada statement dari Allah sebagai penguasa langit dan bumi seperti itu.
Karena itu tidak ada kecap cap bango kita lagi jika kita sebagai penguasa muslim, hulubalang muslim padahal rakyatnyapun mayoritas muslim, terpaku pada kata kata kitakan bukan berdasar…, kitakan bukan berdasar…, kita berpegang tidak kepada Qur’an dan Sunnah rasul? Jika tidak, berarti kita berpegang kepada ajaran iblis. Sungguh jadi lucu, pedoman ummat malah kita berpegang kepada kata kata “kitakan bukan berdasar Islam”? Wahai kenapa manusia tidak mampu berfikir cerdas?.
Kita memang perlu iba, begitu khusu mereka menjalankan ibadah rutin, bersorban haji, berjilbab, ulama terkemuka, anggota dewan yang terhormat, tapi dirinya sebagai pemegang amanah Allah telah menyingkirkan ayat ayat Allah dan sunnah rasulullah, dia akan memperoleh kenistaan dunia dan mendapat siksa yang berat pula diakhirat.
أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ، فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلاَّ خِزْىٌ فِى اْلحَيَاةِ الدُّنْيَا ، وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ ، وَمَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (mau puasa sholat zakat haji) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (al-Baqarah; 2:85)
{إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً}
Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan:”Kami beriman kepada yang sebahagian dan kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan tengah (kompromi-toleransi) di antara yang demikian (iman atau kafir), (QS. 4:150)
{أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا ، وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا}
merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (QS. 4:151)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِى السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (al-Baqarah; 2:208)
Kerangka Berfikir Bertindak Kedua :
Sebelum kita lanjut, perlu dijelaskan bahwa jika kita mau ber ugama, maka kita harus tahu bahwa dalam ugama ada aturan aturannya. Sama saja jika dikantor, disekolah ada aturan aturannya yang harus ditaati agar kantor itu tidak kacau, atau kampus tersebut tidak semrawut. Masuk jam 7 pagi pulang jam 12 siang untuk sekolah SD, itu suatu aturan.
Kita ini mau ber-ugama tapi mayoritas kita ini tidak mau ikuti aturannya atau tak tahu sama sekali bahwa aturan itu ada. Ini akan menjadikan kita ber ugama acak kadut. Kekacauan yang terjadi seperti demo kubro kemarin tak lebih karena kita tidak mau paham aturan aturan ugama itu, atau kita memang tidak tahu aturan dalam ugama ada.
Rasulullah telah menetapkan, menjadikan pilar bahwa dalam menentukan kebenaran dan dalam mencari kebenaran, dalam ber ugama, telah ditentukan rumus rumusnya atau kerangka kerangkanya. Untuk siapa pilar pilar itu dibuat?, untuk supaya kaum muslimin tidak keliru tumpang tindih dalam menetapkan suatu hukum yang akan diterapkan bagi manusia dan untuk digunakan kaum muslimin apakah digunakan dirumah tangga, sekolah, kampus apalagi kehidupan bernegara.
Rasulullah ketika mengutus sahabatnya Muaz bin jabbal (mudah mudah saya tidak khilaf siapa yang dikirim) ke Afrika, beliau bertanya kepada sahabatnya itu, dengan apa engkau memutus suatu perkara jika engkau berhadapan dengan suatu masalah di tempat engkau bertugas?, sahabat yang mulia itu menjawab, aku periksa dalam Qur’an terhadap masalah yang aku hadapi, jika tidak ada dalam Qur’an tanya Rasulullah lagi, aku periksa Sunnah Rasulku (perkataan dan perbuatan Rasulullah), jika tidak ada lagi? tanya Rasulullah, aku cari persamaannya dari apa yang terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah (Qiyas), (misal persamaan whisky sama dengan khamar, nama beda, haramnya sama, karena persamaannya adalah memabukkan). Ijtihad ini juga adalah ketetapan yang tidak menentang kerangka berfikir Islam. Sementara ij’ma, kesepakatan sahabat ada setelah Rasulullah wafat. .
Ucapan sahabat yang disetujui Rasulullah itu merupakan pedoman dalam menentukan hukum hukum Allah dan dalam upaya manusia mencari kebenaran sampai akhir zaman. Kerangka tersebut jangan di ubah ubah urutannya, jangan Ijtihad ditempatkan diatas Qur’an Sunnah. Jangan akal (pemikiran), perasaan, Qhadab, syahwat (hawa nafsu) ditempatkan diatas Qur’an Sunnah. Inikan ijtihad, maka buat undang undang anti pornoaksi karangan sendiri. Ugama, Negara, rumah tangga akan kacau kalau, aturan yang telah ditetapkan rasulullah tersebut tidak digunakan. Akan muncul sikap semau mau manusia, dengan versi kebenaran menurut mereka yang pasti ber beda beda. Benar menurut apa kata dewe ajah.
Karena itu Undang Undang Dasar Negara pun harus di list pada urutan ke empat setelah Qur’an Sunnah dan Ij’ma dengan nama ijtihad (masuk dalam kelompok ijtihad). Ijtihad ini baru boleh digunakan jika dan hanya jika didalam Qur’an maupun Sunnah Rasul tidak ada penjelasannya. Ijtihadpun tidak boleh membentur Qur’an Sunnah yang telah ada. Tidak ada ijtihad jika Qur’an Sunnah telah menetapkan hukumnya sebagaimana keterangan wahyu Allah dibawah ini.
{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ، وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا}
Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. 33:36)
Area kekuasaan ijtihad umumnya adalah masalah keduniaan yang tidak dibahas lagi dalam Qur’an Sunnah karena bukan masalah keduniaan yang pokok. Dalam masalah peribadatan pokok dan masalah keduniaan pokok semua telah lengkap dalam Al Qur’an.
مَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتَابِ مِنْ شَىْءٍ َ
Kami tidak tinggalkan satu pun perkara, ( prinsip prinsip pokok) dalam Al Qur’an (QS. 6:38)
Karena telah lengkapnya semua urusan untuk mengatur Negara, mengatur masyarakat dan peribadatan, maka tidaklah mungkin bagi kaum muslimin untuk terhindar dari ketentuan ketentuan Allah dan Rasulullah. Bukan hanya masalah peribadatan saja, masalah diluar peribadatan yang pokok pokok telah lengkap, masalah yang tidak pokok, masuk dalam kerangka ijtihad, seperti membuat undang undang lalu lintas, udara laut dstnya.
Untuk UU lalu lintas, keimigrasian dll, silahkan angggota dewan menggodok, munculkan UU yang berguna bagi kemashalatan ummat. Tapi jika harus berbenturan dengan undang undang keduniaan yang telah Allah dan Rasulullah tetapkan, automatis ijtihad tersebut menjadi gugur.
Karena itu pendemo maupun anggota dewan telah melakukan kekeliruan berat dengan mendukung dan membuat UU Anti porno aksi. Kenapa dikatakan tandingan ? karena dalam Qur’an maupun sunnah rasul telah ada UU anti porno aksi tersebut.
يَا أَيُّهَا النَّبِىُّ قُلْ ِلأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ ، ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ ، وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)
Rasulullah mensabdakan wanita keluar rumah yang boleh terlihat oleh umum adalah muka (wajah) dan tangan sebatas pergelangan. Di hadist yang lainpun rasulullah menerangkan bahwa pakaian wanita tidak boleh trasparan dan tidak boleh membentuk tubuh. Sangsinyapun diberikan, tak akan masuk syurga, mencium baunyapun tidak, padahal bau syurga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.
Jadi tak perlu anggota pembuat UU sibuk berlagak menggodok UU anti porno aksi, karena tak ada haknya yang namanya manusia membuat UU jika UU yang dibuat manusia itu telah ada dalam Qur’an dan Sunnah. Pekerjaan anggota dewan itu malah pekerjaan bodoh dan mubazir, dapat siksa pula karena telah berani melampoi wewenang Allah dan Rasululah. Mau Negara Islam kek mau tidak kek, berani membuat UU tandingan berhadapan langsung dengan Allah SWT. Sebab ugama ini akan kacau, kehidupan masyarakat akan kacau kalaulah yang namanya manusia merasa berhak membuat UU sekena kemauannya.
Allah tidak pernah mau pusing hamba hambaNYA bernegara apa, jika anda kaum muslimin, berani membuat UU tandingan akan berhadapan langsung dengan Allah SWT.
إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلَّهِ ، يَقُصُّ الْحَقَّ ، وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik. (QS. 6:57)
إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلَّهِ ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ، وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
Keputusan menetapkan hukum hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri”. (QS. 12:67)
Mengurangi nilai UU pornoaksi yang telah ada tidak boleh, melebihkannya pun walau terlihat baik, juga tidak boleh, misal seperti hukuman mati bagi koruptor di negeri Cina. Istrinyapun kena hukuman mati walau yang korupsi sang suami. Memang hasil UU anti korupsi di Cina tampak berhasil, ke makmuran bertambah, kemiskinan di Cina sekitar tinggal 6 %, pada jumlah rakyatnya hitungan milyard. Tapi bagi kaum muslimin tidak boleh menerapkan hukuman mati bagi koruptor seperti di Cina. Apalagi mengadopsi hukuman dari barat, sekian tahun bagi koruptor, efectnya terlihat sekarang ini bahwa korupsi trend bisnis yang aduhai.
Korupsi 1 triliun hanya dihukum 5 tahun (uang diumpetin), kerja mati matian sebagai pegawai negeri untuk mendapat 100 juta saja perlu makan waktu seumur hidup, tapi tak pernah terkumpul ditangan lantaran 100 juta hanya hitungan saja, uang bablas terus untuk biaya hidup. Biaran deh dihukum 5 tahun, keluar penjara aku kaya raya. He…
Maka subur makmurlah negeri para Durno berkumpul ini dengan bisnis korupsi, sampai sampai menteri ugama hafids Qur’an jadi mbahnya koruptor. (Hafal Qur’an lho, ane aja dari dulu cuma hafal qulhu, engga nambah nambah). Maka negeri Astina adalah ladang ter indah untuk berbisnis korupsi, apalagi jika kita punya teman pejabat aktip, encing Ato aja aman sampai hari tua, engga ada yang berani utak atik dari mana dia dapat kekayaan yang sebegitu besar?. Kenapa aman??? tau sendirilah.
Baiklah, sekali lagi kita memperlihatkan betapa Islam ugama yang tiada tandingan, pengaturannya begitu manis, tepat guna, sehingga yang namanya manusia biasa tidak bisa memposisikan dirinya melebihi kehendak Allah dan RasulNya, Sahabat rasulullah saja tidak berhak membuat hukum, eh anggota dewan lancang amat dengan judul “menggodok” biar dibilang keren and trendy. Harap di fikirkan oleh para pendemo, jangan mentang mentang hendak berbuat baik, tabrak sana tabrak sini, macam banteng liar matador yang dilepas.
Sekarang ini kelompok Anti UU pornoaksi juga terus bekerja menolak UU itu, mereka khawatir negeri ini seperti negeri Taliban. Kekhawatiran yang berlebihan yang bisa dimaklumi, karena jiwa mereka kosong melompong dari memahami ugama Allah ini.
Jika muslimah kita memahami arti wajib, ketika mereka keluar rumah tidak berbusana muslimah, hitungan dosanya bagi mereka adalah tiap detik hembusan nafas mereka sampai mereka kerumah kembali. Betapa sangat banyaknya itu jika dihitung dari mereka mulai baligh dan berakhir sampai menapouse. Kenyataan kita lihat muslimah kita, sama sekali tidak merasa berdosa keluar rumah tanpa pakaian yang telah ditentukan Allah dan rasul Allah itu. Keburukan yang telah membudaya ternyata lama kelamaan tidak dianggap dosa lagi bagi masyarakatnya. Iba nya kita, mereka rajin sholat, puasa, zakat, tau tau berlaku sabda Rasulullah itu, mencium bau surgapun tidak, itu namanya tertipu lantaran kebodohan sendiri. Kasian deh loh…
Beratkah berbusana muslimah? Kalau telah dibiasakan sejak kecil, sama seperti sholat, maka begitu baligh menjalankannya tanpa beban sama sekali. Bahkan mereka akan marah jika ada sekolah yang melarang berbusana muslimah. Semua semula bergantung pendidikan orang tuanya terhadap anak anaknya. Sebab ternyata memang ada orang tua yang justru ketika anaknya masih gadis kecil yang lucu, diberi pakaian yang super sexy. Ketika kecil sih masih belum greget dipandangan umum, tapi jika telah baligh inikan menjadi masalah. Nanti kalau diperkosa oleh tukang beca atau sopir taxi dalam kasus yang pernah terjadi, yang kena vonis lebih dahulu adalah pemerkosanya, bukan yang mancing mancing. Siape nyang engga demen dipancing paha dan dada ayam, Tanya aja mbo mbo penjual warung pecel lele ….maaf lagi porno kata nikh.
Kampungankah pakaian muslimah? Justru pakaian tersebut sangat anggun bagi wanita, modepun takkan pernah habis dimakan zaman asal persyaratan terpenuhi, muka tangan tidak trasparan tidak membentuk. Laki laki mata keranjang pun melihat wanita berbusana muslimah muncul respect dan hormatnya. Coba wanita yang berpakaian berani berani itu lewat pasar, gaduhlah tukang ojek sambil menawarkan tumpangannya dengan gratis.
Memang susah jika iman belum meresap kedalam qolbu sang wanita, karena keinginan wanita justru ingin memperlihatkan separo separo tubuhnya. Seperti kata filsuf Cina, Lin Yu Tang, pakaian wanita adalah pertentangan antara keinginan tersembunyi memperlihatkan kewanitaannya dan keinginan untuk menutup tubuhnya.
Di Busway jika orang laki laki tak meliriknya dibiarkan udelnya terbuka, lantas jika ada yang melirik ditarik tarik blusnya yang memang sudah pendek bahan. Sebenarnya kelakuan ini persis kelakuan penghuni neraka yang melakukan sesuatu berulang ulang. Dibiarkan tubuh moleknya muncul, kemudian disiram air mendidih sampai sang wanita kelojotan dan lenyap, kemudian muncul lagi tubuh moleknya, disembur lagi dengan air panas, begitu berulang ulang sampai dosa dosa si cewe habis, jiwanya menjadi bersih, Kemudian pak Ridwan manggil manggil tukh diajak ke syorga. Pak Malik dah tanda tangan, bebas tanpa syarat, lantaran dakh cukup derita di hell hell hell. Yah cuma lantaran kain sepotong, masuk hell, mohon dicerdaskan lagi lah pola fikirnya wahai para wanita muslimah kita.
Wajibkah pakaian muslimah itu? Jika tidak wajib jatuh hukumnya sunat, artinya jika berpakaian muslimah berpahala, jika tidak berbusana muslimah tidak berdosa. Jika tidak berbusana muslimah, berarti pakaian tersebut adalah pakaian asal sopan, jika asal sopan, maka sopan tiap daerah dan wilayah berlainan. Di Bali lain batas sopannya, di Amerika lain di wamena lain batas sopannya. Apakah para orang tua berhak marah kepada anak gadisnya yang pergi kepasar hanya dengan celana dalam yang lain terbuka, dan sang anak mengatakan itu telah sopan wahai bunda. Maka akan terjadi banyak masalah walau bagi para pendukung porno aksi itu sendiri. Kamu sudah gila apah berpakaian seperti itu kata sang bunda kepada anak gadisnya.
Kasus ini bukan tidak terjadi, sang ibu ibu pendukung porno aksi itu sendiri panic anak gadisnya makin berani, makin berani memelorotkan pakaiannya, suatu pakaian yang tak pernah dilihatnya ketika sang ibu masih gadis, suatu pembuktian bahwa berdasar asal sopan saja tidak menolong ibu ibu penentang UU anti porno aksi ini menasihati anaknya karena pandangan asal sopan sang anak telah sampai pada tingkatan kepasar dengan celdal doank.
Wahai kaum muslimin, dengan berpegang kepada kerangka berfikir sebagaimana yang telah ditetapkan oleh rasulullah SAW, maka niscaya aplikasi semua tindakan tindakan kita akan terkontrol. Keteraturan pola yang ditentukan Rasulullah akan menjadikan kaum muslimin sebagai umatan wasatan, ummat yang berada pada titik keseimbangan, tidak ekstrim kiri dan apalagi pendusta itu menuduh kita ekstrim kanan. Justru ekstrimis itu adalah kaum yang tidak mau menggunakan Qur’an Sunnah sebagai way of lifenya.
Sekali lagi niat baik harus disertai pula dengan aplikasi yang sesuai Qur’an Sunnah, bukan akal kita yang bermain, karena masalah pakaian wanita masalah keduniaan yang pokok yang telah dijelaskan batas batas hukumnya dalam Qur’an dan Sunnah. Ketentuan menetukan hukum dalam Islam telah ada, saya malah belum menemukan dalam menentukan hukum berdasar daripada daripada. Akhirnya terjatuh kepada gairah ajipumpung ajipumpung.
Dalam Qur’an ditegaskan dibalik kebenaran, tidak ada yang abu abu, langsung kebatilan.
فَذَلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ ، فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ ، فَأَنَّى تُصْرَفُونَ
Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran) (QS. 10:32)
Jadi tidak ada dua kebenaran dalam Islam. Kebenaran itu hanya satu untuk setiap problema hukum. Rasulullah pun menyatakan selemah lemahnya iman itu diam, diam itu menolak dihati tapi tidak dicetuskan. Ikut berdemo berarti mendukung, ikut kampanye dsbnya berarti dia telah keluar dari batas batas keimanan.
Mulailah mejadari bahwa ugama kita ini bukan agama, tapi Dien, system yang telah komplit, orang barat malah mengakui Islam sebagai system, kita yang pemeluknya dari dulu merasa Islam menganggap ugama itu sholat puasa zakat haji. Kok lebih pinter orang barat dari pada kita yang telah Islam lebih dulu.
”Islam is not merely a religion, but it is a complete system of life, of how to manage men and nature according to the will of Allah”
“Islam itu bukan sekedar agama seperti pemahaman kebanyakan orang (puasa, sholat, zakat, haji), tapi suatu system kehidupan yang komplit untuk mengatur manusia sesuai kehendak Allah”.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
وَلاَ تَلْبِسُوا اْلحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا اْلحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (al-Baqarah; 2:42)
{وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ، فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ ، وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ، لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ، وَلَوْ شَاءَ اللهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِى مَا آتَاكُمْ ، فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ، إِلَى اللهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ}
Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS. 5 : 48)
{أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلاً} 43/ الفرقان .
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (QS. 25:43)
{ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ اْلأَمْرِ فَاتَّبِعَهَا وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ}
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (QS. 45:18)
وَاتَّقُوا يَوْمًا لاَ تَجْزِى نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلاَ يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلاَ تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَلاَ هُمْ يُنْصَرُونَ
Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfa’at sesuatu syafa’at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. (al-Baqarah; 2:123)
15 Juni 2006
Darmen Adios
NB. Bagi yang butuh file lengkap dengan ayat qur’annya, email saja.
Komentar Terakhir